Kamis, 14 April 2011

METODE PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK ANAK USIA DINI

Dewasa ini Bahasa Inggris sudah diterima sebagai Bahasa Internasional yang terkemuka karena dianggap menjadi sarana komunikasi terpenting masyarakat Indonesia untuk merespon tuntutan kemajuan zaman. Untuk itulah bahasa Inggris sudah diperkenalkan secara luas mulai usia dini baik di sekolah-sekolah formal maupun non-formal. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa usia dini merupakan usia paling peka belajar bahasa. Maka atas dasar itulah pengajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak usia dini mulai TK dan Sekolah Dasar sudah secara luas ditawarkan di berbagai sekolah di perkotaan.

Keahlian berbahasa asing ini diperlukan untuk menguasai ilmu pengetahuan, memiliki pergaulan luas dan karir yang baik. Hal ini membuat semua orang dari berbagai kalangan termotivasi untuk mengusai Bahasa Inggris. Kecenderungan masyarakat akan penguasaan bahasa asing tersebut, membuat berbagai lembaga pendidikan saling berlomba membuat program yang memasukan Bahasa Inggris sebagai salah satu keahlian yang dikembangkan.

Persoalannya adalah bahwa pengajaran Bahasa Inggris untuk kelompok usia semacam ini menuntut penanganan khusus yang berbeda dengan pengajaran kepada kelompok umur yang lain. Ini terbukti dari kenyataan bahwa tidak semua guru mampu dan berhasil mengajar anak-anak. Boleh jadi karena dalam mengajar anak dibutuhkan kemampuan menyelami dunia anak dan kemampuan memasuki dunia mereka yang masih sangat imajiner.

Contohnya saja di sekolah, apabila nilai siswa menurun dalam mata pelajaran, maka sering sekali siswa maupun orang tua murid menyalahkan gurunya. Sering sekali terlontar alas an yaitu gurunya tidak jelas dalam menerangkan atau yang lainnya.

Kritik terhadap guru datang dari mana-mana. Musman Hadiatmadja, 20 tahun yang lalu, mengatakan bahwa guru lebih tepat disebut melaksanakan mengajar saja secara tradisional dan konservatif. Tradisional karena melaksanakan tugas dengan mendasarkan diri pada tradisi atau apa yang telah dilaksanakan oleh para guru terdahulu tanpa ada usaha memperbaiki dengan daya kreasi yang ada padanya. Konservatif karena bertindak secara kolot menurut cara-cara lama yang kurang atau tidak sesuai dengan perubahan dan kemajuan jaman. Akibatnya siswa dijejali dengan berbagai pengetahuan sesuai kehendak guru atau kurikulum karena siswa adalah ibarat botol kosong yang tidak diberi kesempatan berfikir, mengolah atau mencerna apalagi berkreasi. Mereka pasif dan reseptif saja (Hadiatmadja, 1982:39).

Maka dari itu, perlu di adakan program khusus yang di ikuti para pengajar bahasa inggris tentang cara – cara mengajar bahasa inggris nuntuk usia dini. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagi para pengajar Bahasa Inggris dalam mengajar anak usia dini. Contohnya seperti tentang pemakaian dan manfaat lagu-lagu untuk meningkatkan pemahaman anak akan arti kata. Melalui lagu, anak diperkenalkan pada suprasegmental phonetics yang akan membantu anak melewati tahapan pemahaman menuju verbal output yang sempurna
.
Memberikan pengalaman kepada para pengajar Bahasa Inggris untuk menggunakan lagu melalui praktek simulasi kelompok.
Memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mendapatkan umpan balik dan masukan perbaikan dari nara sumber yang kompeten dalam mengaplikasikan lagu-lagu di kelas bahasa Inggris.

Belajar Bahasa Inggris mulanya merupakan kegiatan belajar yang dilakukan di dalam ruangan (indoor learning). Namun sekarang, belajar Bahasa Inggris dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja dengan menggunakan media apa pun. Di samping pelajaran yang diterima di dalam kelas, siswa dapat belajar Bahasa Inggris di tempat- tempat kursus dan lembaga pendidikan nonsekolah lainnya. Contohnya seperti tentang pemakaian dan manfaat lagu-lagu untuk meningkatkan pemahaman anak akan arti kata. Melalui lagu, anak diperkenalkan pada suprasegmental phonetics yang akan membantu anak melewati tahapan pemahaman menuju verbal output yang sempurna. Memberikan pengalaman kepada para pengajar Bahasa Inggris untuk menggunakan lagu melalui praktek simulasi kelompok.
Memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mendapatkan umpan balik dan masukan perbaikan dari nara sumber yang kompeten dalam mengaplikasikan lagu-lagu di kelas bahasa Inggris.

Selain itu, metode pembelajaran bahasa inggris pun dapat di lakukan di rumah siswa sekalipun. Yaitu tentunya dengan bantuan kedua orang tua yang membiasakan diri berbicara bahasa inggris di rumah. Dengan menyebutkan nama – nama benda dengan menggunakan bahasa inggris. Bias juga dengan memutarkan video atau game simulasi untuk anak.. Dan tentunya dengan bimbingan orang tua.

Dalam menjalankan metode – metode diatas, tentunya harus di sertai sikap – sikap yang sesuai dengan usia dan kebiasaan si anak itu sendiri. Sikap yang sesuai sangat menentukan kadar keefektifan pross pembelajaran bahasa inggris untuk anak usia dini.

Suasana yang menyenangkan adalah Syarat mutlak yang diperlukan supaya anak suka belajar. Menurut hasil penelitian tentang cara kerja otak, bagian pengendali memori di dalam otak akan sangat mudah menerima dan merekam informasi yang masuk jika berada dalam suasana yang menyenangkan. Membuat Anak senang belajar adalah jauh lebih penting daripada menuntut anak mau belajar supaya menjadi juara atau mencapai prestasi tertentu. Anak yang punya prestasi tapi diperoleh dengan terpaksa tidak akan bertahan lama. Anak yang bisa merasakan bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan akan mempunyai rasa ingin tahu yang besar, dan sangat mempengaruhi kesuksesan belajarnya di masa yang akan datang.

Selain itu, kenali tipe dominan cara belajar anak apakah tipe Auditory (anak mudah menerima pelajaran dengan cara mendengarkan), Visual (melihat) ataukah Kinesthetic (fisik). Meminta anak secara terus menerus belajar dengan cara yang tidak sesuai dengan tipe cara belajar anak nantinya akan membuat anak tidak mampu secara maksimal menyerap isi pelajaran, sehingga anak tidak berkembang dengan maksimal. Selain itu berikan anak jeda waktu saat belajar. Belajar dengan Jeda waktu istirahat setiap 20 menit akan jauh lebih efektif daripada belajar langsung 1 jam tanpa istirahat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mampu melakukan konsentrasi penuh paling lama 20 menit. Lebih dari itu anak akan mulai menurun daya konsentrasinya. Jeda waktu istirahat 1-2 menit akan mengembalikan daya konsentrasi anak kembali seperti semula. Anak pada dasarnya mempunyai naluri ingin mempelajari segala hal yang ada di sekitarnya.

Anak akan menjadi sangat antusias dan semangat untuk belajar jika isi/materi yang dipelajari anak sesuai dengan perkembangan anak . Anak akan menjadi mudah bosan jika yang dipelajari terlalu mudah baginya, dan sebaliknya anak akan menjadi stress dan patah semangat jika yang dipelajari terlalu sulit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar